Kota Malang

Etimologi
Sebuah nama candi yang saat ini diterapkan pada ungkapan  untuk kota Malang. Malang Kucecwara, menunjukkan bahwa Dewa telah menghancurkan kepalsuan dan menerapkan kebenaran. Malang adalah kata Jawa yang artinya "menghalangi " atau terhambat. Kata itu berasal dari sejarah kuno bahwa individu Malang melawan dari Kesultanan Mataram dengan gagah berani.

Sejarah
Ribuan tahun yang lalu sebelum Malang menjadi kota terbesar kedua di Jawa Timur, Malang menjadi pusat kepresidenan kerajaan Kanjuruhan dan Singasari. Dalam era berikutnya, Kabupaten Malang menjadi tempat penting bagi pemerintah Kerajaan Mataram memegang peranan penting dan menciptakan kabupaten terbesar di Jawa Timur.

Sejarah Kabupaten Malang dapat ditemukan lewat prasasti Dinoyo 760 Masehi, yang merupakan instrumen utama untuk mendukung kelahiran Malang sebelum prasasti pengganti ditemukan pada tahun 1986. Sejalan dengan tulisan itu, telah berakhir bahwa abad ke 8 Masehi adalah awal dari keberadaan Kabupaten Malang karena kelahiran Raja Gajayana yang berkuasa dikerajaan itu.

Kota ini dimasukkan ke wilayah Mataram pada tahun 1614 dan kemudian ditransfer ke pemerintahan kolonial Belanda. Malang beriklim sejuk dan kedekatannya dengan pelabuhan terpenting di Surabaya, dibuat sebagai pilihan tujuan utama kolonial Belanda dan Eropa. Pada tahun 1879, Malang telah terhubung ke jaringan kereta api di Jawa, pembangunan tersebut lebih meningkat dan mengakibatkan hubungan dengan pertumbuhan urbanisasi  yang besar.