Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo terletak di pusat kota Yogyakarta. Pada 1929 pengumpulan informasi budaya dari Jawa, Madura dan Lombok, lembaga repositori datang dengan Komite yang dibentuk pada tahun 1913 oleh anggota termasuk: Ir . TH . Karsten PHW Sitsen, Koeperberg. Membangun museum dengan memo " Shouten " hadiah tanah dari Sultan Hamengkubuwono VIII dan ditandai dengan sengkalan candrasengkala " Blind ngrasa estining lata pada tahun 1934 Masehi .

Pelantikan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana VIII pada hari Rabu 9 ruwah penanggalan Jawa 1866 dengan ditandai bulan sengkala " Kayu Kinayang Ing Brahmana Budha" yang menunjukkan tahun Jawa atau tanggal yang tepat adalah Nov 6, 1935. Selama pendudukan Jepang museum Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja Kantor bagian pengajaran Sosial .

Pada saat Kemerdekaan dikelola oleh Bupati Utorodyopati Prawito jajaran Pemerintah. Kemudian pada tahun 1974 museum Sonobudoyo diusulkan kepada Pemerintah Pusat / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan bertanggung jawab langsung kepada direksi Umum dengan diberlakukannya UU No 22 Tahun 2000 tentang kewenangan dan kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom .

Museum Sonobudoyo dimulai pada kalender 2001 bergabung dengan Departemen Kebudayaan dan pariwisata Provinsi Yogyakarta. Tanggal 3 Agustus 2002 lembaga dan organisasi regional kerja lingkungan UPTD Pemerintah Provinsi Yogyakarta dan oleh karena itu Surat Keputusan Gubernur No 161 / 4 November 2002. Museum Sonobudoyo mempunyai 10 koleksi :

  • Bidang Geologi
  • Bidang  Biologi
  • Bidang  Ethnograpi
  • Bidang  Anthropologi
  • Bidang Numismatka
  • Bidang  Sejarah
  • Bidang Filologi
  • Bidang Kosmologi
  • Bidang seni rupa
  • Bidang Tehnologi