Pertunukan Wayang

Wayang kulit memiliki sejarah panjang di Cina, Asia dan Jawa Indonesia. Sebagai hiburan yang disukai untuk semua kalangan di beberapa negara. Wayang bisa menjadi kontrol uangkapan perilaku manusia yang di pertunjukan dengan bayangan sianr lampu dengan layar semi transparan. Warna semitransparan biasanya diperkenalkan ke potong keluar bentuk untuk memasok efek yang terpisah dan berbeda yang dicapai dengan memindahkan wayang tersebut. Seorang Dalang berbakat akan dapat menciptakan alur cerita, tari, adegan berkelahi, mengangguk dan tertawa .

Wayang Cina
Legenda Cina menyatakan bahwa wayang dibuat sekitar 2.000 tahun yang lalu untuk menghibur Kaisar Wu dari Han. Waktu  itu dia sangat sedih dengan kematian wanita kesayangannya dan kehilangan semangat untuk memimpin kerajaannya. Seorang menteri melihat bayangan ditempa oleh boneka yang dimainkan oleh anak-anak, hal itu dijadikan konsep untuk membentuk gambar boneka untuk menghibur sang Kaisar. Wayang banyak dibicarakan di seluruh dinasti Tang dan Lagu dalam beberapa komponen Cina.

Wayang India
Asal-usul wayang di India dikaitkan dengan para Dewa dan oleh karena itu memainkan biasanya terjadi di luar kuil. Dewa Siwa yang dikenal sebagai dewa pelindung wayang. Legenda mengatakan bahwa dewa Siwa mengunjungi ke sebuah tempat pembuat mainan yang telah menciptakan beberapa wayang kayu dengan bentuk mirip dewi Parvati. Terobsesi oleh wayang tersebut, dewa Siwa membiarkan roh memasukkan boneka sehingga dapat bergerak dan menari. Pembuat mainan mempertunjukan permainannya dari balik layar dan penonton menyaksikannya dari balik layar.

Wayang Jawa
Pulau Jawa memiliki 3 jenis wayang; wayang kulit, wayang golek dan wayang klitik. Wayang kulit mengacu pada salah satu dari jenis teater boneka. Dasar pertunjukan wayang kulit adalah permainan dibalik bayang layar baik di India maupun Indonesia. Wayang kulit datang kembali dari negara Asia dari pedagang dan biarawan dengan tujuan untuk memperjelas agama Hindu dan hal itu bermula pada abad pertama masehi.